Thursday, January 11, 2018

Sistem Pernapasan Serangga

natinedJs Ⓚ 2018 Serangga juga bernapas tettapi pernapasannya berbeda dengan mamalia dan juga hewan air. Serangga tidak bernapas dengan paru-paru (mamalia) atau insang (pisces).  Alat pernapasan serangga adalah trakea, seperti ventilasi. Tidak masuk melalui hidung atau mulut, tetapi udara masuk melalui lubang-lubang di samping yang terletak pada sisi thorax dan abdomen. Baca lagi Istilah-Istilah Insecta.

Sistem trakea merupakan sistem pernapasan yang tersusun dari saluran menyerupai tabung memiliki lubang yang terhubung dengan udara luar yang disebut spirakel. Trakea di dalam tubuh serangga selanjutnya akan membentuk percabangan yang lebih kompleks dan tipis yang disebut dengan trakeolus. Ukuran diameter trakeolus pada serangga kurang dari 1 µm dan hal ini yang memungkinkan proses difusi oksigen dan karbondioksida pada serangga. Pada bagian kepala tidak ada lubang bagian dada terdapat dua pasang dan pada bagian perut terdapat enam sampai delapan pasang.

Spiracle berhubungan dengan tabung yang disebut dengan tracheae. Tracheae dari setiap spriracel ada penghubungnya sehingga akan membentuk saluran yang membujur (longitudinal trunks), saluran ini akan terbagi lagi menjadi saluran-saluran yang paling kecil yang disebut dengan tracheolus yang dapat mencapi setiap bagian organ tubuh, jaringan dan sel tubuh serangga.

Tracheolus seperti suatu saluran seperti susunan saraf yang berliku-liku membentuk jaringan ke seluruh tubuh dan membawa udara langsung ke bagian tubuh serangga. Tidak terjadi proses seperti pada umumnya hewan lainnya. Tidak ada proses pengganti hemoglobin dari darah untuk tranportasi oksigen dan karbondioksida.

Proses selanjutnya seperti membuang udara yang dihirup dari pernapasan. Dengan proses Sel-sel yang berfungsi untuk membantu pernapasan (respirasi) menarik oksigen melalui dinding tipis dari tracheolus secara difusi (Baca Istilah-istilah Insecta) demikian sebaliknya dengan cara yang sama sisa gas (karbondioksida) hasil dari metabolisme dikembalikan ke tracheae dan keluar melalui spiracle. Pada tepi spiracle terdapat rambut/bulu yang berguna untuk mengeluarkan benda asing yang akan masuk pada saat pernapasan. Beberapa serangga spiraclenya disertai dengan katup buka tutup.

Pada tracheae dan tracheolus ada lapisan kutikula yang berhubungan dengan kutikula pada kulit. Lapisan kutikula berbentuk benang spiral halus pada tracheae tampak alur berselang-seling (cross-striated) Lapisan ini berfungsi melindungi tracheae dari kerusakan.

Penanganan Hama Tanaman dari Serangga Berhubungan dengan Pernapasan

Ketika terjadi proses penyemprotan insektisida misal menggunakan pengasapan, pengkabutan dengan beberapa bahan aktif seperti fosfat organik, azodrin,phosdrin, diazinon dll maka zat aktif ini masuk kedalam badan serangga melalui sistem pernapasan. Pestisida berbentuk tepung atau minyak bisa menyumbat lubang tracheae berpengaruh pada keracunan pada serangga.

Pada bagian sebelumnya terdapat difusi artinya proses peredaran udara dalam tracheae sebagaian besar serangga terjadi secara difusi. Akan tetapi banyak serangga juga bernapas dengan membesar dan mengecilnya dorsal dan ventral perut sehingga terjadi peningkatan udara dalam tracheae. Penarikan udara oleh serangga bersifat pasif sedangkan pengeluaran pernapasan aktif dengan menggerakan otot.

Serangga yang hidup dalam air beberapa waktu akan mengambil udara ke permukaan air. Dengan proses menyimpan udara pada saat akan masuk ke dalam air lagi. Terdapat juga insang pada serangga air ini, perbedaan prosesnya terletak pada spiraclenya tutup dan kantung luar berbentuk tipis. Kantung ini terletak pada dinding badan yang berisi tracheae dan tracheolus yang dapat mengekstraksi udara secara osmosis. Oksigen akan larut dalam air dan mengembalikan karbondioksida ke dalam air. Oksigen masuk ke dalam tracheae dan tracheolus dalam bentuk gas.

0 komentar:

Post a Comment