12 Formulasi Pestisida

natinedJs ⓚ Gejala (symptom) adalah perubahan yang ditunjukkan oleh tanaman itu sendiri akibat adanya infeksi penyebab kerusakan tanaman. Seringkali hama dan penyakit tertentu tidak hanya menyebabkan munculnya satu gejala tetapi dapat juga berupa serangkaian gejala yang disebut syndroma. Dengan memperhatikan gejala atau serangkaian gejala, seseorang yang sudah berpengalaman akan dapat menentukan penyebab hama dan penyakit yang menyerang tanaman tersebut.


Beberapa pilihan tepat penggunaan pestisida tepat guna. Dengan mengetahui penyebab dan gejala kerusakan pada tanaman. Sehingga cost perawatan, tepat pada nilai dalam rencana kerja pertanaman. Perawatan dalam hal ini adalah penggunaan pestisida yang tidak dapat dihindari karena serangga hama harus hidup dan berkembang di pertanaman monokultur.

Menurut Peraturan Pemerintah No. 7/1973, pestisida adalah semua zat kimia atau bahan lain serta jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk mengendalikan bukan memusnahkan hama dan penyakit pada tanaman.
Formulasi pestisida dibagi menjadi dua bentuk cair dan padat dengan cara mencampur secara kimiawi menggunakan metode solution atau larutan, suspension atau suspensi, dan emultion atau emulsi.

Solution atau larutan adalah partikel yang larut karena proses pengadukan dalam air atau cairan lainnya dimana partikel tersebut tidak dapat lagi dipisahkan dari larutan tersebut. Contohnya adalah formulasi wettable powder (WP) berbentuk tepung ketika dilarutkan dalam air akan tercampur dan tidak akan dapat dipisahkan.

Suspension atau suspensi adalah partikel pada yang tidak mudah larut sehingga harus dilakukan pengadukan secara terus menerus pada saat dicampur dengan air atau cairan lainnya. Partikel tersebut akan larut dan tersebar merata dalam cairan.

Emultion atau emulsi adalah cairan yang terbentuk dari dua zat dengan pengertian zat satu terpisah secara halus atau merata di dalam zat lain. Pestisida dalam bentuk emulsi dilarutkan dulu dengan pelarut seperti minyak dan ditambahkan air. 

12 Formulasi Pestisida (terdaftar Buku Hijau Pestisida Pertanian)

Formulasi Cair

Emulsifiable Cocentrate atau Emulsible Cocentrate (EC)

Berbentuk pekatan (konsentrat) cair dengan konsentrasi bahan aktif yang cukup tinggi. Konsentrasi ini jika dicampur dengan air akan membentuk emulsi. EC umumnya digunakan dengan cara disemprot, meskipun dapat pula digunakan dengan cara lain. Hanya larut didalam minyak agar mudah digunakan. Dengan kondisi tersebut produsen menambahkan  emulsi atau pencampur minyak sehingga bahan aktif tersebut juga dapat larut di air. Ketika dilarutkan akan membentuk cairan seperti susu dan sifatnya stabil dalam larutan.

Contohnya

  • Premain 200 EC produksi Royal Agro Indonesia mengatasi penyakit hawar daun pada kentang.
  • Vape 0,5 EC produksi Fummakila Indonesia pestisida rumah tangga racun kontak untuk mengatasi nyamuk.   

Suspension Concentrate (SC) dan Water Soluble Concentrate (WSC)

Formulasi ini mirip EC, tetapi bila dicampur air tidak membentuk emulsi, melainkan membentuk larutan homogen. Solvent berbasis air jadi larutan akan membentuk suspensi bukan emulsi. Umumnya formulasi ini digunakan dengan cara disemprotkan dengan alat sprayer.

Contohnya;
  • SC : Vilan 50 SC produksi Geka Mitra Niaga mengatasi penyakit bercak ungu Alternaria porri
  • WSC : Quick 810 WSC 100 ml adalah perekat pestisida bahan perata, perekat dan penembus berfungsi untuk merekatkan penyebaran dan pembawa larutan semprot insektisida, fungisida, herbisida, PPC dan zat pengatur tumbuh pada permukaaan daun atau kedalam bagian tanaman.
Aeous Solution (AS) atau Aquaous Concentrate (AC).

Pekatan ini diarutkan dalam air. Pestisida yang diformulasi dalam bentuk AS dan AC umumnya pestisida berbentuk garam yang mempunyai kelarutan tinggi dalam air. Pestisida ini juga digunakan dengan cara disemprot.

Soluble Liquid (SL)

Pekatan cair ini jika dicampurkan air akan membentuk larutan. Pestisida ini digunakan dengan cara disemprotkan. SL juga dapat mengacu pada formulasi slurry.

Contohnya;
  • Veloce 400 SL produksi Dharma Guna Wibawa untuk mengatasi ulat grayak (Spodoptera litura) pada bawang merah. Hama penghisap buah (Helopeltis antoni) pada tanaman kakao.
Flowable (F) atau Flowable in Water (FW)

Formulasi ini berupa konsentrasi cair yang sangat pekat. Bila dicampur air, F atau FW akan membentuk emulsi seperti halnya WP. Pada dasarnya FW adalah WP yang dibasahkan.

Ultra Low Volume (ULV)

Khusus untuk penyemprotan dengan volume ultra rendah, yakni volume semprot antara 1 hingga 5 liter/hektar. ULV umumnya merupakan sediaan siap pakai, tanpa harus dicampur dengan air.

Baca juga : Kontur tanah Berbukit Cocok untuk Terasering

Formulasi Padat

Wettable Powder (WP)

Formulasi WP bersama EC merupakan formulasi klasik yang masih banyak digunakan hingga saat ini. WP adalah formulasi bentuk tepung yang bila dicampur air akan membentuk suspensi yang penggunaannya dengan cara disemprot.

Soluble powder (S atau SP)

Formulasi bentuk tepung yang bia dicampur air akan menghasilkan larutan homogen. Pestisida ini juga digunakan dengan cara disemprotkan.

Butiran/Granule (G)

Butiran yang umumnya merupakan sediaan siap pakai dengan konsentrasi rendah. Pestisida butiran digunakan dengan cara ditaburkan di lahan (baik secara manual dengan tangan atau dengan mesin penabur), setelah penaburan dapat juga diikuti dengan pegolahan tanah. Disamping formulasi G dikenal juga fomulasi SG, yakni sand granular. 

Formulasi pestisida dengan bentuk butiran seperti pasir. Formulasi ini memiliki kadar bahan aktif yang relatif rendah, sekitar 2%. Pestisida dengan formulasi ini diaplikasikan dengan cara ditaburkan.

Water Dipersible Granule (WG atau WDG)

WDG atau WG berbentuk butiran, mirip G, tetapi penggunaanya sangat berbeda. Formulasi WDG harus diencerkan denga air dan digunakan dengan cara disemprotkan.

Seed dreesing (SD) atau Seed Treatment (ST)

Sediaan berbentuk tepung yang khusus digunakan untuk perawatan benih. Pestisida kimiawi untuk mengatasi  bakteri dan jamur pada masa pembenihan. 

Tepung Hembus atau Dust (D)

Sediaan siap pakai dengan konsentrasi rendah yang digunakan dengan cara dihembuskan. Merupakan formulasi pestisida yang siap pakai, tidak perlu dicampur dengan air. Aplikasi dilakukan dengan cara dihembuskan (dusting). Formulasi ini memiliki kadar bahan aktif rendah, yaitu 2% dengan ukuran partikel sangat kecil (antara 10 – 30 mikron).

Umpan atau bait (B) ready Mix Bait (RB atau RMB)

Umpan merupakan formulasi siap pakai yang umumya digunakan untuk formulasi rodentisida 

Jenis pestisida terdaftar di Buku Hijau Departemen Pertanian terdaftar tahun 2016, agar dapat memastikan pestisida tersebut terdaftar sebelum membeli.

 bukuhijau2016

Post a Comment

Previous Post Next Post